Seakan tidak pernah berakhir ke 3 indikator ini selalu menggelitik rasa penasaranku.
Baru beberapa hari yang lalu, terlempar puji atas menguatnya nilai tukar rupiah thd dolar AS, meningkatnya IHSG ke level 1500-sehingga BI merasa perlu menurunkan tingkat suku bunga.
Namun hari ini aku baca berita, bahwa terjadi keterbalikan. Rupiah melemah, IHSG terpuruk, dan kemungkinan BI menangguhkan kembali penurunan suku bunga.
Yah terkadang suku bunga masih secara tidak langsung membuatku tertarik.
Jika saja ia tetap dapat bertahan di level 12% per bulan. Hanya saja yang menjadi
keengganan bagi perbankan Indonesia tak lain adalah memperkecil gap antara bunga simpanan dan bunga kredit. Seandainya mereka dapat menciptakan selisih gap yang hanya 2% saja, dalam
arti 12% diberikan untuk nasabah deposito sebulan, dan 13-14% sbg beban bunga kredit bagi para peminjam dana.
Tapi mungkin kondisi ini masih terlalu sulit diupayakan bagi bankir Indonesia secara umum.
Kalau saja mereka mau menerapkan strategi khusus untuk nasabah2 tertentu, aku pikir mungkin selisih gap yg relatif rendah ini dapat dilaksanakan.
Mengenai Hot Money yang sedang marak beredar belakangan ini, juga cukup memprihatinkan.
Ini merupakan salah satu bukti nyata eksistensi globalisasi dan kapitalisme modern.
Bahwa uang digunakan untuk menghasilkan uang juga !
Mungkin Adam SMith akan sedikit kecewa jika melihat perkembangan ekonomi telah
berlangsung sedemikian rupa. Dimana banyak orang2 kaya yang melupakan roh dan moral dlm
melakukan upaya2 ekonomi.
KEsenjangan dan disparitas bukan lagi menjadi sebuah keprihatinan lokal, regional maupun global. Individualisme merebak luas mendunia. Semua berpesta pora dan mengamini untuk
menjadi lebih kaya.
Karena kekayaan akan memuaskan kualitas hidup mereka.
Aku tidak ingin menyalahkan atau mendiskreditkan mereka.
Bagiku semata, kalau kita ingin merubah kondisi ini, maka kita perlu kembali
kepada community building. Kembali kepada komunitas.
Membangun secara perlahan, satu demi satu, orang2 yang kompeten, berdedikasi dan
telah memiliki pemahaman utuh, integral dan bijaksana serta sejiwa dlm menyikapi hidup dan kehidupan. Bidang ekonomi, kesejahteraan mutlak untuk ditingkatkan di komunitas ini.
Ekonomi bukan untuk disikapi secara terpisah dengan bidang2 lainnya.
Bak selayaknya kita yakini bahwa manusia merupakan makhluk yang kompleks dan terintegrasi, sejatinyalah kita mulai merespon sesuatu secara utuh dan integral.
Sehingga kita tak perlu khawatir lagi terhadap indikator2 yang saya sebutkan dimuka tadi, yakni kurs, IHSG dan suku bunga.
Memang dasar aku nya yang si pemimpi...sehingga mengupas permasalahan pun dengan dunia mimpi ;)
rabu, 11;58, 17 may 2006
coretan pertama guna merangsang otak untuk belajar otodidak ! ;)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment